NASIONALXPOS.CO.ID, BULUKUMBA – Jembatan penghubung antara Kelurahan Ekatiro dan Desa Tritiro di Kecamatan Bontotiro, Kabupaten Bulukumba, yang patah akibat hujan deras pada 11 Juli 2025, kini mulai diperbaiki oleh warga secara swadaya. Meski bermodal alat sederhana dan dana terbatas, semangat gotong royong warga Samboang tak luntur demi memulihkan akses vital tersebut.
Jembatan ini merupakan jalur utama bagi warga menuju sekolah, posyandu, pusat layanan kesehatan, dan aktivitas harian lainnya. Kerusakannya sempat melumpuhkan mobilitas masyarakat dan memaksa mereka menggunakan jalur alternatif yang lebih ekstrem, licin, dan terjal.
Aksi solidaritas warga dimulai dengan penggalangan dana melalui media sosial, termasuk akun Facebook pribadi milik warga. Laporan perkembangan donasi dan partisipasi masyarakat pun secara transparan dibagikan kepada publik.
Namun, perbaikan jembatan menemui kendala besar: ketiadaan alat berat. Bongkahan beton dan sisa material jembatan yang patah sulit dihancurkan dan dipindahkan tanpa dukungan alat berat, sementara dana yang terkumpul belum mencukupi untuk menyewa peralatan tersebut.
“Kami butuh alat berat untuk menghancurkan dan mengangkat bongkahan jembatan yang jatuh. Dana dari warga belum cukup, jadi kami tetap kerja pakai alat seadanya. Saya sendiri tetap melewati jembatan darurat demi bertugas ke posyandu, walau rasa was-was terus ada,” ujar Kurnia Muliana, salah satu relawan perbaikan jembatan, Sabtu (19/7/2025).
Warga berharap pemerintah daerah dan instansi terkait bisa turun tangan memberikan dukungan, baik dalam bentuk alat berat, material, maupun tenaga teknis. Perjuangan mereka yang berbekal semangat gotong royong dinilai sudah selayaknya mendapat perhatian lebih.
“Kami bukan menuntut, hanya berharap ada perhatian. Ini akses utama warga, terutama anak-anak sekolah dan petugas kesehatan. Kalau terus dibiarkan, bisa makin membahayakan,” tambah Kurnia.
Di tengah segala keterbatasan, warga Samboang menunjukkan keteladanan dalam membangun kembali infrastruktur dengan tangan sendiri. Mereka tidak menunggu, tapi bertindak demi keselamatan dan kenyamanan bersama.
Kerusakan jembatan ini menjadi pengingat pentingnya pembangunan infrastruktur tangguh yang siap menghadapi dampak cuaca ekstrem. Perlu sinergi antara masyarakat dan pemerintah agar akses vital seperti ini tidak terus menjadi korban bencana yang berulang. (Jusran)












