NASIONALXPOS.CO.ID, KABUPATEN TANGERANG – Pengakuan Maman, bendahara Desa Sasak, terkait dugaan penyalahgunaan dalam pengelolaan dana desa, telah menjadi topik hangat di kalangan masyarakat. Pengakuan ini muncul setelah adanya investigasi dan konfirmasi dari Lentera Masyarakat Banten kepada pemerintah desa setempat.
Dalam keterangannya, Maman mengakui bahwa terdapat penyimpangan dalam penyerapan anggaran dana desa, meskipun awalnya ia memberikan penjelasan yang tidak konsisten dengan kenyataan di lapangan. Pengakuan ini berujung pada pelaporan Kepala Desa Sasak ke Kejaksaan Tinggi Banten, yang memicu kekecewaan di kalangan warga.
Banyak yang merasa bahwa bantuan seharusnya disalurkan untuk kesejahteraan mereka, namun justru tidak dimanfaatkan sebagaimana mestinya.
“Jika benar adanya, kami sangat kecewa dengan penyalahgunaan dana desa yang seharusnya digunakan untuk kesejahteraan masyarakat kami. Ini sangat merugikan kami sebagai warga desa,” ungkap seorang warga yang memilih untuk tidak disebutkan namanya.
Warga lainnya juga menekankan perlunya penyelidikan transparan dan tindakan tegas terhadap pelaku penyalahgunaan dana.
“Kami berhak mendapatkan pembangunan yang adil dan penggunaan dana desa yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” tambahnya.













