Daerah

Fatayat NU Blora Didorong Kembangkan Pertanian Organik untuk Ketahanan Pangan

71
×

Fatayat NU Blora Didorong Kembangkan Pertanian Organik untuk Ketahanan Pangan

Sebarkan artikel ini

NASIONALXPOS.CO.ID, BLORA – Upaya memperkuat ketahanan pangan berbasis keluarga menjadi fokus utama dalam peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-76 Fatayat NU di Pendopo Kabupaten Blora, Minggu (26/4/2026). Pemerintah Kabupaten Blora mendorong kader perempuan untuk aktif mengembangkan pertanian organik, dimulai dari pemanfaatan lahan pekarangan rumah.

Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua TP PKK Kabupaten Blora Ainia Shalichah, Wakil Ketua PCNU Blora Imron, Ketua Muslimat NU Blora Komariyah, jajaran Ansor, serta kader Fatayat se-Kabupaten Blora.

Bupati Blora, Arief Rohman, menegaskan bahwa sektor pertanian memiliki potensi besar yang perlu dioptimalkan dengan dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk kader Nahdlatul Ulama.

Menurutnya, gerakan sederhana seperti menanam cabai dan sayuran di pekarangan rumah dapat menjadi langkah konkret dalam menjaga ketahanan pangan keluarga.

“Rumah kader Fatayat bisa dimanfaatkan untuk menanam cabai dan sayur-mayur. Ini langkah kecil tapi berdampak besar jika dilakukan bersama,” ujar Arief.

Ia juga menyoroti keberhasilan inisiatif pertanian organik yang telah dirintis oleh PCNU Blora, yang dinilai mampu memberikan hasil positif dan berkelanjutan. Karena itu, ia mendorong kader Fatayat yang memiliki minat di bidang pertanian untuk ikut mengembangkan sistem tanam organik.

“Potensi pertanian di Blora sangat luar biasa. Fatayat harus ambil peran, terutama yang punya hobi bertani,” tambahnya.

Tak hanya soal pangan, Bupati juga menyinggung pentingnya peningkatan layanan kesehatan melalui program BPJS Kesehatan serta dukungan terhadap program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia berharap Fatayat dapat bersinergi dalam menyukseskan program-program tersebut di tingkat masyarakat.

Sementara itu, Ketua PC Fatayat NU Blora, Imatul Imro’ah, menjelaskan bahwa tema Harlah ke-76 tahun ini adalah “Fatayat NU yang berdaya, berdampak, dan mendunia.”

Ia memaparkan bahwa konsep “berdaya” mencakup penguatan kapasitas perempuan dari sisi ekonomi melalui UMKM, intelektual, hingga spiritual. Sedangkan “berdampak” berarti menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat, seperti isu kesehatan ibu dan anak, pencegahan kekerasan terhadap perempuan, serta literasi digital.

“Adapun ‘mendunia’ berarti kader Fatayat mampu berkontribusi di tingkat global dengan membawa nilai Islam yang ramah dan moderat,” jelasnya.

Wakil Ketua PCNU Blora, Imron, turut mengajak kader Fatayat untuk memperkuat spiritualitas, salah satunya melalui pembacaan sholawat Nariyah. Ia juga menegaskan pentingnya peran aktif perempuan dalam kehidupan sosial.

“Fatayat tidak lagi di belakang, tapi harus tampil di depan dan menjadi inspirasi,” tegasnya.

Peringatan Harlah ke-76 ini juga diisi dengan berbagai kegiatan, mulai dari khotmil Qur’an, pemotongan tumpeng, penyerahan hadiah lomba Daiyah Online Hymne Fatayat, hingga mauidhah hasanah oleh Nyai Siti Masitoh Ismari. (Riyan)

Tinggalkan Balasan