NASIONALXPOS.CO.ID, TEBO – Pemerintah Kabupaten Tebo bersama Korem 042/Garuda Putih memperkuat sinergi menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menjelang puncak musim kemarau. Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Karhutla yang dipimpin langsung Bupati Tebo Agus Rubiyanto, S.E., M.M., bersama Komandan Korem (Danrem) 042/Garuda Putih Brigjen TNI Nyamin, S.I.P., M.M., di Rumah Dinas Bupati Tebo, Jumat (24/7/2026).
Rakor dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, organisasi perangkat daerah terkait, perwakilan perusahaan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Pertemuan tersebut menjadi forum untuk menyatukan langkah dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi Karhutla di wilayah Kabupaten Tebo.
Dalam arahannya, Bupati Agus Rubiyanto menegaskan bahwa upaya pencegahan harus menjadi prioritas utama. Ia meminta seluruh pihak mengoptimalkan patroli terpadu, memperkuat deteksi dini titik api, meningkatkan edukasi kepada masyarakat, serta mempererat koordinasi lintas sektor agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan efektif.
“Seluruh pihak harus meningkatkan kewaspadaan dan segera bergerak apabila ditemukan indikasi munculnya titik api. Pencegahan jauh lebih penting daripada penanganan setelah kebakaran terjadi,” tegas Bupati.
Sementara itu, Danrem 042/Garuda Putih Brigjen TNI Nyamin menegaskan komitmen TNI untuk mendukung penuh upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla melalui sinergi bersama pemerintah daerah, Polri, perusahaan, dan masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan pengendalian Karhutla hanya dapat dicapai melalui kerja sama yang solid dan langkah-langkah antisipatif sejak dini.
“Pencegahan Karhutla adalah tanggung jawab bersama. Sinergi seluruh elemen menjadi kunci agar bencana kebakaran hutan dan lahan dapat diminimalkan,” ujar Danrem.
Melalui rapat koordinasi ini, Pemerintah Kabupaten Tebo bersama Korem 042/Garuda Putih menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi ancaman Karhutla, guna melindungi masyarakat, menjaga kelestarian lingkungan, dan meminimalkan risiko kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.














