“Jangan sampai seorang bidan desa ketika ditanya tentang data stunting, jawabnya ndak tahu,” tambahnya menegaskan.
Dalam hal ini, dia meminta Dinas Kesehatan harus mengontrol program kunjungan ke rumah oleh tenaga kesehatan di lapangan. Kapan perlu katanya, perlu dibuat kontrol secara digitalisasi dengan sebuah aplikasi.
“Puskesmas diminta respek dengan persoalan stunting ini, intens berkomunikasi dan senantiasa berkolaborasi dengan pemerintah kecamatan maupun OPD terkait yang menjadi pendamping di wilayah kerjanya,” harapnya menambahkan.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Aspinuddin melaporkan, semua balita di Padang Pariaman sudah dilakukan pengukuran. Dia menyebut, pada tahun 2023 ini seluruh posyandu sudah dibekali alat antropometri yang tersandar.
“Dengan data ini, stunting akan terpantau dan dapat memudahkan dalam intervensi stunting bagi petugas dan langkah-langkah dalam upaya penanganan ke depannya,” ungkapnya melaporkan.
Diakhir kegiatan dilakukan penandatangan komitmen bersama dalam upaya percepatan penanganan stunting di Padang Pariaman. Kemudian dilanjutkan dengan penyerahan buku laporan Publikasi Hasil Pengukuran Status Gizi Balita Melalui Surveilans Gizi Tahun 2023) oleh Kadis dr Aspinuddin kepada Bupati Suhatri Bur.
Adapun sebagai narasumber dalam kegiatan ini adalah Neneng Susanti dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat, Ketua Persatuan Ahli Gizi (Persagi) Sumatera Barat Gusnedi Adiarman, dan Kabid Kesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman Eva Trisna Murni.(rd)














