NASIONALXPOS.CO.ID, TEBO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tebo bersama pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Tebo menggelar coffee morning dan silaturahmi guna membahas arah pembangunan daerah, khususnya sektor pendidikan. Kegiatan berlangsung di Ruang Makan VIP Rumah Dinas Bupati Tebo, Senin (4/5/2026).
Pertemuan tersebut dihadiri langsung Bupati Tebo Agus Rubiyanto, Wakil Bupati Nazar Efendi, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Dalam kesempatan itu, Pemkab Tebo memaparkan berbagai usulan pembangunan dan revitalisasi sarana pendidikan dengan total kebutuhan anggaran mencapai sekitar Rp395 miliar.
Berdasarkan pemaparan yang disampaikan, usulan pembangunan fasilitas pendidikan mencakup 19 unit Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dengan estimasi anggaran Rp13,5 miliar, 56 unit Sekolah Dasar (SD) senilai Rp84 miliar, dan 15 unit Sekolah Menengah Pertama (SMP) dengan kebutuhan anggaran Rp22,5 miliar.
Selain pembangunan ruang belajar, pemerintah daerah juga memprioritaskan peningkatan fasilitas sanitasi sekolah. Pemkab Tebo mengusulkan pembangunan 1.004 unit toilet baru dengan nilai anggaran mencapai Rp184,95 miliar sebagai upaya menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan nyaman bagi siswa.
Tak hanya itu, program rehabilitasi WC siswa juga menjadi perhatian utama. Pada tahap pertama direncanakan rehabilitasi 260 unit dengan anggaran Rp24,39 miliar, sementara tahap kedua mencakup 430 unit dengan kebutuhan dana Rp65,10 miliar.
Bupati Tebo Agus Rubiyanto menegaskan bahwa peningkatan sarana dan prasarana pendidikan merupakan salah satu prioritas pembangunan daerah yang terus didorong pemerintah.
“Peningkatan sarana dan prasarana pendidikan menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah. Kami berharap usulan ini dapat terealisasi demi menunjang kenyamanan dan kualitas proses belajar mengajar di Kabupaten Tebo,” ujar Agus Rubiyanto.
Menurutnya, ketersediaan fasilitas pendidikan yang memadai akan berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kemajuan daerah di masa mendatang.
Coffee morning tersebut juga menjadi wadah strategis untuk memperkuat sinergi antara eksekutif dan legislatif dalam menyusun program pembangunan yang tepat sasaran. Melalui kolaborasi yang kuat, diharapkan berbagai kebutuhan infrastruktur pendidikan di Kabupaten Tebo dapat segera terwujud dan memberikan manfaat bagi masyarakat. (is)













