“Ini kontradiktif. Program kesehatan jalan, tapi kualitas udara diabaikan. Apa gunanya BPJS gratis kalau anak-anak menghirup dioksin setiap malam?” tanya Hilman.
Kajian internal PORTAS menyebut, pembakaran sampah jenis organik dan plastik menghasilkan senyawa kimia seperti dioksin, furan, dan logam berat yang bersifat karsinogenik.
Paparan jangka panjang dikaitkan dengan gangguan saraf, penyakit pernapasan, dan kanker.
“Kalau pemerintah bilang ini aman, mana buktinya? Mana hasil uji emisinya? Jangan main-main dengan kesehatan publik,” imbuh Hilman.
Lebih jauh, ia menyindir keras narasi “pengolahan sampah modern” yang sering dipromosikan dalam dokumen resmi Pemkot.
“Modernisasi bukan sekadar beli alat mahal. Modern itu transparan, ilmiah, dan bertanggung jawab. bakar sampah dekat rumah warga tanpa kajian, itu bukan modern, itu sembrono,” tutupnya. (cenks)














