Daerah

Dugaan Penimbunan Pertalite Terang-terangan di Kedoya Utara, Banyak Dirigen dan Galon Terlihat di Lokasi

0
×

Dugaan Penimbunan Pertalite Terang-terangan di Kedoya Utara, Banyak Dirigen dan Galon Terlihat di Lokasi

Sebarkan artikel ini
IMG 20260824 WA0052

NASIONALXPOS.CO.ID, JAKARTA BARAT — Dugaan penimbunan dan penyaluran kembali BBM jenis Pertalite secara tidak semestinya mencuat di kawasan Jalan Taman Cosmos No. 1 E, RT 07/RW 07, Kedoya Utara, Jakarta Barat.

Pantauan wartawan di lokasi menemukan sejumlah hal yang semakin menimbulkan tanda tanya. Di lokasi terlihat banyak dirigen dan galon yang diduga dapat digunakan sebagai wadah penampungan BBM. Keberadaan wadah dalam jumlah cukup banyak tersebut menjadi perhatian karena berada di lokasi yang menurut informasi warga berkaitan dengan aktivitas pengambilan BBM jenis Pertalite secara berulang.

Namun demikian, keberadaan dirigen dan galon tersebut belum dapat dipastikan peruntukannya maupun apakah benar digunakan untuk menampung Pertalite. Hal itu perlu dibuktikan melalui pemeriksaan langsung oleh aparat dan instansi berwenang.

Informasi yang diperoleh wartawan menyebut aktivitas tersebut bukan baru berlangsung beberapa hari. Seorang pedagang di sekitar lokasi mengaku baru berdagang sekitar satu tahun, tetapi menyebut aktivitas yang diduga berkaitan dengan pengumpulan BBM telah ada sebelumnya.

Saat dikonfirmasi, seorang pria bernama Udin mengaku baru menjalankan aktivitas tersebut sekitar dua bulan. Ia juga mengungkapkan bahwa dalam sehari dirinya dapat menggunakan mobil hingga tiga kali untuk membeli BBM.

“Saya sehari pakai mobil tiga kali, itu kan sesuai barcode. Ini juga diambil Warung Madura,” ujar Udin.

Ketika wartawan mempertanyakan apakah pola aktivitas tersebut salah apabila Pertalite yang dibeli kemudian dikumpulkan atau dialihkan kembali, Udin mengakui bahwa aktivitas tersebut salah.

Pernyataan tersebut menjadi penting untuk diklarifikasi lebih lanjut karena pembelian BBM bersubsidi menggunakan kendaraan dan barcode tidak serta-merta menjelaskan tujuan akhir BBM yang dibeli.

Udin juga menyebut seorang pria bernama Triono, yang menurut keterangannya merupakan Bhabinkamtibmas Polsek Kedoya Utara, sering mampir ke lokasi untuk ngopi dan disebut mengetahui aktivitas di tempat tersebut.

Pernyataan itu perlu diklarifikasi secara resmi kepada Polsek Kedoya Utara. Pengetahuan atau keberadaan seorang anggota di suatu lokasi tentu tidak dapat langsung dimaknai sebagai keterlibatan. Karena itu, diperlukan penjelasan resmi mengenai apakah benar personel tersebut sering berada di lokasi dan apakah pernah mengetahui adanya dugaan aktivitas penampungan BBM.

Selain keberadaan banyak dirigen dan galon, pantauan wartawan juga menemukan adanya pergerakan kendaraan yang patut dicermati.

Belum genap satu jam setelah sebelumnya berada di lokasi, seseorang kembali terlihat menggunakan sepeda motor Honda PCX berwarna putih.

Belum dapat dipastikan apakah pergerakan kendaraan tersebut berkaitan dengan aktivitas pengambilan atau distribusi BBM. Namun, pola keluar-masuk kendaraan, keberadaan wadah dalam jumlah banyak, serta pengakuan mengenai pembelian BBM secara berulang menjadi sejumlah fakta lapangan yang layak diverifikasi lebih lanjut.

Jika benar Pertalite dibeli berulang kali dalam satu hari, kemudian dipindahkan ke dirigen atau galon dan selanjutnya disalurkan kembali, maka muncul sejumlah pertanyaan penting:

Dari mana BBM tersebut diperoleh? Berapa volume yang dibeli setiap hari? Untuk siapa BBM tersebut? Apakah hanya untuk kebutuhan pribadi atau diperjualbelikan kembali? Ke mana BBM setelah dipindahkan ke wadah-wadah tersebut? Dan yang paling penting, apakah aktivitas penyimpanan tersebut memiliki dasar perizinan serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut hanya dapat dijawab melalui pemeriksaan dan penelusuran resmi.

Dengan adanya temuan berupa banyak dirigen dan galon di lokasi, ditambah informasi mengenai pembelian Pertalite secara berulang menggunakan kendaraan, aparat kepolisian dan instansi terkait dinilai perlu melakukan pengecekan langsung.

Jika tidak ada pelanggaran, pemeriksaan justru penting untuk memberikan kepastian kepada masyarakat. Sebaliknya, apabila ditemukan penyalahgunaan BBM bersubsidi, aparat perlu mengambil tindakan sesuai ketentuan hukum.

nasionalxpos.co.id akan meminta klarifikasi kepada Polsek Kedoya Utara, Pertamina, BPH Migas dan pihak terkait mengenai dugaan aktivitas tersebut.

Tinggalkan Balasan