by

LSM Trisula Bakti Nusantara Kecam Keras Debt Collector yang Beroperasi di Tangerang

NASIONALXPOS.CO ID, TANGERANG – Tindakan para debt collector mengincar kendaraan dijalan kembali meresahkan warga. Terjadi dengan proses intimidasi cepat, ada beberapa debt kolektor dari FIF GROUP merampas motor warga dijalan raya Pasarkemis, tepatnya di pertigaan Bumi indah Pasarkemis kabupaten Tangerang, Rabu (10/06/2021).

Tonton juga Video : Debt Collector Bacok Warga, Ini Kata Ketua DPC BPPKB Banten Kabupaten Tangerang

Hal tersebut jelas melanggar Pasal 4 Undang-Undang Perlindungan Konsumen Nomor 8 Tahun 1999 dan pasal 15 Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 Tentang Fidusia.

Nanang Abdulrahman Ketua Umum LSM Trisula mengecam keras tindakan debt Collector atau dengan sebutan mata elang (matel) sekaligus FIF GROUP yang memberikan SK sebagai dasar penarikan unit dijalankan, apalagi ini dimasa pandemi Covid-19.

Mestinya Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 18/PUU-XVII/2019 tanggal 6 Januari 2020 Soal Fidusia bisa diperhatikan para finance dimanapun berada,’ tegas Nanang.

Tonton juga Video : Oknum Debt Collector Bacok Warga di Pasar Kemis

Dipertegas kembali oleh Nanang, Pasal 15 undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 Tentang Wanprestasi atau Cidera Janji antara debitur dan kreditur. Perjanjian itu harus diketahui kedua belah pihak dan jangan sampai tidak ada transparansi seperti yang dilakukan oleh FIF GROUP terhadap konsumennya.

“Saya akan membuat laporan kepolisian atas tindakan kriminal yang dilakukan para debt kolektor / mata elang (matel) ini untuk diteruskan ke Polda Banten,” tandas Nanang.

Hingga kini, unit rampasan yang dilakukan debt colector telah berada di FIF GROUP pasar kemis. (Red)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed