Daerah

PDAM Boyolali Raup Pendapatan Hampir Rp70 Miliar, Jadi Rujukan Studi Tiru Blora

3
×

PDAM Boyolali Raup Pendapatan Hampir Rp70 Miliar, Jadi Rujukan Studi Tiru Blora

Sebarkan artikel ini
IMG 20260624 WA0037
Wakil Bupati Blora Sri Setyorini menyampaikan sambutan saat kunjungan studi tiru pengelolaan Perumda Air Minum Tirta Ampera Boyolali guna memperkuat tata kelola dan kinerja Perumda Tirta Amerta Blora.

NASIONALXPOS.CO.ID, BOYOLALI – Keberhasilan Perumda Air Minum Tirta Ampera Kabupaten Boyolali dalam mengelola perusahaan daerah secara profesional menarik perhatian Pemerintah Kabupaten Blora. Dengan pendapatan hampir Rp70 miliar dan laba bersih sekitar Rp7 miliar pada tahun 2025, PDAM Boyolali kini menjadi salah satu rujukan pengelolaan badan usaha milik daerah (BUMD) sektor air minum di Jawa Tengah.

Sebagai upaya meningkatkan kualitas tata kelola perusahaan daerah, Pemerintah Kabupaten Blora melakukan studi tiru ke Perumda Air Minum Tirta Ampera Boyolali, Selasa (23/6/2026). Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Blora, Hj. Sri Setyorini, bersama sejumlah kepala OPD, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Blora, Kabag Hukum, Direktur Perumda Tirta Amerta Blora, serta jajaran terkait.

Advertisement
file 00000000f95871fa8381970073c004f3
Scroll kebawah untuk lihat berita lainnya.

Rombongan diterima oleh Bupati Boyolali Agus Irawan, Wakil Bupati Boyolali, dan manajemen Perumda Air Minum Tirta Ampera di Kantor Bupati Boyolali.

Wakil Bupati Blora Sri Setyorini menjelaskan, studi tiru dilakukan untuk menggali berbagai strategi dan pengalaman sukses yang diterapkan Perumda Tirta Ampera dalam mengelola perusahaan air minum daerah.

Menurutnya, PDAM Blora harus terus belajar dan berbenah agar mampu berkembang menjadi perusahaan daerah yang sehat, profesional, dan berdaya saing.

“Kami ingin belajar bagaimana PDAM Boyolali menjadi perusahaan yang handal, baik dari sisi pelayanan, manajemen, maupun kontribusinya terhadap pendapatan daerah,” ujarnya.

Sri Setyorini menambahkan, fokus pembelajaran tidak hanya pada aspek teknis pengolahan dan distribusi air bersih, tetapi juga mencakup tata kelola perusahaan, pengembangan sumber daya manusia, inovasi layanan, hingga strategi bisnis yang mampu meningkatkan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Sementara itu, Bupati Boyolali Agus Irawan menyambut baik kunjungan tersebut dan menilai kerja sama antardaerah menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Menurut Agus, keberhasilan sebuah BUMD tidak hanya diukur dari keuntungan yang diperoleh, tetapi juga dari kemampuannya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Kami terus mendorong Tirta Ampera untuk berinovasi dan meningkatkan kualitas layanan karena air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus dipenuhi secara optimal,” katanya.

Direktur Perumda Air Minum Tirta Ampera Boyolali, Iwan Marwanto, mengungkapkan bahwa kepuasan pelanggan menjadi fondasi utama keberhasilan perusahaan. Ia menegaskan bahwa orientasi utama perusahaan adalah pelayanan publik, sementara keuntungan dan kontribusi terhadap PAD merupakan dampak positif dari pelayanan yang berkualitas.

Saat ini, Perumda Air Minum Tirta Ampera Boyolali melayani lebih dari 70 ribu pelanggan dengan sekitar 58 ribu pelanggan aktif. Kapasitas produksi air mencapai 715 liter per detik dan didukung aset perusahaan yang nilainya mencapai sekitar Rp250 miliar.

IMG 20260624 WA0036
Wakil Bupati Blora Sri Setyorini bersama jajaran Pemkab Blora dan manajemen Perumda Air Minum Tirta Ampera Boyolali berfoto bersama usai kegiatan studi tiru pengelolaan BUMD air minum di Boyolali, Selasa (23/6/2026).

Dari sisi kinerja keuangan, perusahaan berhasil membukukan pendapatan hampir Rp70 miliar pada tahun 2025 dengan laba bersih sekitar Rp7 miliar. Capaian tersebut memungkinkan perusahaan memberikan dividen yang cukup besar kepada Pemerintah Kabupaten Boyolali sebagai salah satu sumber PAD.

Selain melayani kebutuhan rumah tangga, Perumda Air Minum Tirta Ampera juga menjangkau sektor industri dan niaga sebagai bagian dari upaya memperluas cakupan layanan dan meningkatkan kinerja perusahaan.

Melalui studi tiru ini, Pemerintah Kabupaten Blora berharap dapat mengadopsi berbagai praktik terbaik yang diterapkan Perumda Air Minum Tirta Ampera Boyolali untuk memperkuat tata kelola Perumda Tirta Amerta Blora, meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, serta mendorong kontribusi yang lebih besar terhadap pembangunan daerah.

Tinggalkan Balasan