Ia juga mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi Kota Pangkalpinang sempat terkontraksi sebesar 3,2 persen pada tahun lalu. Untuk 2026, target pertumbuhan ditetapkan sebesar 5 persen. Namun demikian, pihaknya akan menyesuaikan dengan target nasional di kisaran 2,4 hingga 4,0 persen.

Terkait inflasi, Juhaini menegaskan bahwa kondisi inflasi di Pangkalpinang masih terkendali sesuai arahan Menteri Dalam Negeri.
“Inflasi year-on-year per April 2025 berada di angka 1,67 persen, sedangkan month-to-month sebesar 0,8 persen. Ini menunjukkan bahwa inflasi kita masih dalam batas wajar, sekitar plus minus 2,5 persen,” jelasnya.
Rapat koordinasi ini menjadi langkah konkret Pemkot Pangkalpinang dalam merespons dinamika ekonomi nasional dan memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat untuk menjaga stabilitas harga serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (Toto)














