Begitu pula materi lain seperti mencari bahan liputan, wawancara dalam konferensi pers, wawancara doorstop, wawancara tatap muka, menulis berita, dan membangun jejaring dengan para narasumber.
Setiap materi harus ditempuh para peserta dalam waktu yang terbatas, selain pengetahuan, wawasan, dan praktik kerja sehari-hari, peserta juga dituntut sigap dan cepat dalam menyelesaikan setiap materi uji.
“Waktunya sangat terbatas kalian harus secepatnya menyelesaikan materi ini,”kata Makali Kumar selaku penguji kami.
Karena selalu bikin deg-degan dan serba terburu-buru, akhirnya makanan ringan yang tersaji di meja ujian hampir tidak tersentuh sama sekali, mengingat tingginya volume tensi ujian.
Kami hanya memungkinkan untuk meminum air mineral sembari ngebut menyelesaikan setiap materi ujian.
Tiap peserta harus menargetkan nilai yang tinggi karena berdasarkan ketetapan UKW setiap materi ujian harus mencapai minimal nilai 70. Jika ada satu saja dari 10 materi ujian yang nilainya di bawah 70, maka peserta akan dinyatakan tidak lulus atau belum kompeten.
Syarat inilah yang membuat semangat peserta semakin terpacu meskipun tidak sedikit pula peserta yang terlihat standby dan tenang.
Mungkin mereka tidak mau terbebani dengan target-target tersebut. Memang, terkadang penting juga mengelola kondisi psikologis agar tetap fokus dalam menghadapi ujian.














