NASIONALXPOS.CO.ID, PANGKALPINANG – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar Pangkalpinang mulai melakukan pendataan ulang dan pemetaan pedagang sebagai langkah awal pembenahan tata kelola pasar. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan pedagang, memperbaiki sistem administrasi, serta mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pasar.
Kepala UPT Pasar Pangkalpinang, Satya Saputra, mengatakan pihaknya saat ini fokus melakukan inventarisasi dan pemetaan kondisi riil pedagang di sejumlah pasar yang berada di bawah pengelolaan pemerintah kota.
“Sekarang kita lagi pemetaan, pendataan bagaimana kondisi pedagang saat ini. Ini masa peralihan dari yang lama ke yang baru,” ujar Satya saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (24/6/2026).
Satya menjelaskan, dirinya baru tiga hari menjabat sebagai Kepala UPT Pasar setelah dilantik. Karena itu, ia masih mempelajari berbagai kondisi di lapangan sebelum menentukan langkah strategis yang akan diterapkan ke depan.
“Saya kan baru tiga hari bertugas setelah dilantik, perlu waktu dan strategi apa yang tepat untuk ke depannya,” katanya.
Menurut Satya, pengembangan pasar ke depan tidak hanya berfokus pada penataan pedagang dan fasilitas dasar, tetapi juga mengarah pada konsep pasar yang lebih modern dan terintegrasi. Namun, sebelum mewujudkan konsep tersebut, pihaknya akan memprioritaskan pembenahan internal pasar agar para pedagang dan pengunjung merasa lebih nyaman.
Ia menilai kenyamanan lingkungan pasar menjadi faktor penting dalam meningkatkan kepatuhan pedagang terhadap kewajiban retribusi. Dengan kondisi pasar yang lebih tertata, potensi penerimaan daerah dari sektor pasar juga diyakini dapat meningkat.
Selain itu, UPT Pasar Pangkalpinang juga akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Pangkalpinang dan dinas terkait untuk menyusun arah pengembangan pasar ke depan. Salah satu gagasan yang tengah dipertimbangkan adalah menghadirkan fasilitas penunjang di area pasar sebagai bagian dari modernisasi layanan.
Satya mengungkapkan, apabila proses perbaikan Pasar Pagi telah selesai, lantai atas bangunan pasar berpotensi dimanfaatkan untuk fasilitas seperti layanan perbankan dan kedai kopi.
“Rencana konsep kalau pasar itu sudah selesai, di atas itu mungkin ada bank dan coffee shop. Jadi pedagang tersebut kalau menyetor uang tidak perlu jauh,” jelasnya.
Pendataan ulang yang saat ini dilakukan menjadi langkah awal untuk menertibkan administrasi pedagang, memetakan potensi retribusi, serta menyusun program revitalisasi pasar secara lebih terarah. Dengan data yang akurat dan valid, pemerintah daerah diharapkan dapat merancang kebijakan yang tepat guna meningkatkan kualitas pelayanan pasar sekaligus memperkuat kontribusinya terhadap PAD Kota Pangkalpinang.
UPT Pasar Pangkalpinang optimistis pembenahan yang dilakukan secara bertahap akan menciptakan pasar yang lebih tertib, nyaman, dan mampu menjadi pusat aktivitas ekonomi yang modern serta berdaya saing di masa mendatang.














