Daerah

Bungo Pintar Diluncurkan, Wamen Dikdasmen Dorong Digitalisasi Pendidikan di Jambi

1
×

Bungo Pintar Diluncurkan, Wamen Dikdasmen Dorong Digitalisasi Pendidikan di Jambi

Sebarkan artikel ini
IMG 20260809 WA0009
Wakil Gubernur Jambi bersama jajaran pemerintah daerah, tenaga pendidik, dan peserta kegiatan berfoto bersama usai rangkaian peluncuran Aplikasi Bungo Pintar di Kabupaten Bungo, Jumat (7/8/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong transformasi digital dan peningkatan kualitas pendidikan di Provinsi Jambi.

NASIONALXPOS.CO.ID, BUNGO – Transformasi digital pendidikan di Provinsi Jambi memasuki babak baru setelah Pemerintah Kabupaten Bungo resmi meluncurkan aplikasi Bungo Pintar, Jumat (7/8/2026).

Peluncuran yang berlangsung di Ruang Cempaka Kuning, Kantor Bappeda Kabupaten Bungo, tersebut dihadiri Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamen Dikdasmen) RI Dr. Fajar Riza Ul Haq, MA, Wakil Gubernur Jambi Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd.I, serta Bupati Bungo H. Dedy Putra, S.H., M.Kn.

Advertisement
file 00000000f95871fa8381970073c004f3
Scroll kebawah untuk lihat berita lainnya.

Wamen Dikdasmen mengapresiasi kehadiran Bungo Pintar sebagai bentuk inovasi daerah dalam memperluas akses terhadap sumber belajar digital. Menurutnya, pengembangan aplikasi pendidikan di daerah sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat dalam memperkuat ekosistem pembelajaran berbasis teknologi.

“Inovasi digital ini sangat cocok dan sejalan dengan apa yang kami upayakan di Kementerian, yaitu memperkuat inovasi pembelajaran berbasis digital,” ujar Fajar.

Ia menjelaskan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sebelumnya memiliki lebih dari seribu aplikasi yang digunakan untuk mendukung pembelajaran sekaligus mengelola data guru dan peserta didik.

Aplikasi-aplikasi tersebut kemudian diintegrasikan ke dalam satu ekosistem digital bernama Rumah Pendidikan.

“Rumah Pendidikan adalah super app yang menggabungkan ratusan aplikasi yang selama ini diproduksi dan dipakai di Kementerian Pendidikan. Kami mendorong agar aplikasi-aplikasi daerah, seperti Bungo Pintar, dapat terintegrasi atau mendukung ekosistem Rumah Pendidikan,” jelasnya.

Fajar juga mengajak para guru dan pemangku kepentingan pendidikan untuk memanfaatkan Rumah Pendidikan sebagai salah satu sumber pembelajaran digital.

Menurutnya, inovasi daerah seperti Bungo Pintar justru dapat memperkaya ekosistem pendidikan nasional karena membawa materi yang lebih kontekstual sesuai karakteristik daerah.

Salah satu muatan lokal yang mendapat perhatian adalah program Akademi Al-Qur’an yang dikembangkan di Kabupaten Bungo.

Wamen menyebut materi lokal tersebut berpotensi menjadi bagian dari sumber pembelajaran digital bagi peserta didik.

Ia juga mengungkapkan capaian Rumah Pendidikan di tingkat internasional. Menurutnya, aplikasi tersebut berhasil meraih penghargaan dalam ajang World Summit on the Information Society (WSIS) di Swiss setelah bersaing dengan aplikasi dari berbagai negara.

“Penghargaan ini diberikan oleh satu badan khusus di bawah PBB. Kita berhasil mengungguli aplikasi dari 122 negara dan lebih dari 1.500 aplikasi yang diperlombakan,” katanya.

Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani menilai kehadiran Wamen Dikdasmen di Kabupaten Bungo merupakan bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap peningkatan mutu pendidikan di daerah.

Ia menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah pusat dan daerah harus terus diperkuat agar pemerataan pendidikan dan program prioritas dapat berjalan lebih cepat.

“Pemerintah Provinsi Jambi menyadari pendidikan berkualitas yang merata adalah kunci utama membangun SDM yang unggul, berdaya saing, dan adaptif,” ujar Sani.

Menurutnya, pemerintah daerah terus mendorong penguatan kompetensi guru, pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan, penerapan kurikulum yang relevan, serta perluasan akses pendidikan bagi kelompok rentan dan wilayah tertinggal.

Terkait Bungo Pintar, Sani menilai aplikasi tersebut bukan sekadar inovasi berbasis teknologi, tetapi juga dapat menjadi instrumen untuk meningkatkan transparansi dan mempermudah masyarakat memperoleh informasi pendidikan.

“Hadirnya Bungo Pintar membuka pintu lebar-lebar bagi transparansi pendidikan, kemudahan akses informasi, dan percepatan peningkatan kualitas SDM di Kabupaten Bungo,” tuturnya.

Bupati Bungo Dedy Putra mengatakan peluncuran Bungo Pintar merupakan bagian dari visi dan misi pembangunan daerah, khususnya dalam mewujudkan Kabupaten Bungo sebagai pusat pendidikan di wilayah Jambi Barat.

Ia menyebut pemerintah daerah juga akan mengembangkan program pendidikan keagamaan melalui pembelajaran membaca Al-Qur’an bagi peserta didik mulai tingkat SD hingga SMA.

“Program Bungo Pintar juga akan diajarkan kepada anak-anak tingkat SD membaca Al-Qur’an sampai tingkat SMA. Pemerintah Kabupaten Bungo terus menggalakkan program keagamaan dan pendidikan,” ujar Dedy.

Usai peluncuran, Wamen Dikdasmen bersama Wagub Jambi dan Bupati Bungo melanjutkan agenda dengan mengunjungi Sekretariat Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) di SMA Negeri 1 Bungo.

Rombongan kemudian melakukan peninjauan ke SD Negeri 107/II Danau Buluh, Kecamatan Pasar Muara Bungo.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Bungo, unsur Forkopimda Kabupaten Bungo, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi M. Umar, sejumlah kepala OPD Kabupaten Bungo, para guru, serta undangan lainnya.

Tinggalkan Balasan