DaerahRagam

DPRD Gelar Rapat Paripurna Penyampaian Nota Pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Bupati Tebo

97
×

DPRD Gelar Rapat Paripurna Penyampaian Nota Pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Bupati Tebo

Sebarkan artikel ini

NASIONALXPOS.CO.ID, TEBO – DPRD menggelar rapat paripurna, penyampaian nota pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Bupati Tebo Tahun 2023.

Rapat paripurna ini dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Tebo Mazlan, S. Kom, M. Si dengan didampingi dua Wakil Ketua I Aivandri.AB dan Waka II Syamsu Rizal, SE, MM.

Advertisement

Dari pihak eksekutif, dihadiri oleh Sekda kabupaten Tebo Drs. Teguh Arhadi, MM tampak juga anggota DPRD Tebo, unsur Forkompinda, dan OPD di lingkup Pemkab Tebo dan tamu undangan lainnya.

BACA JUGA :  Turnamen Bola Voli Herta Cup 2023 Dihadiri Anggota DPR RI Teti Rohatiningsih

Dalam sambutannya Sekda Tebo, Teguh Arhadi menyampaikan nota pengantar Laporan LKPj Bupati tahun 2023 di rapat paripurna DPRD, pada Kamis (28/3/2024).

Pada kesempatan itu, Penjabat (Pj) Bupati Tebo absen karena tugas luar. Saat melaporkan pertanggungjawaban bupati, Teguh menyampaikan adanya peningkatan tingkat kemiskinan di Kabupaten Tebo di tahun 2023 dari tahun sebelumnya.

Persentase kemiskinan Kabupaten Tebo pada tahun 2023 mencapai 6.46 persen atau mengalami peningkatan sebesar 0.12 persen dibandingkan tahun 2022 yang sebesar 6.34 persen,” kata Teguh Arhadi.

BACA JUGA :  Pamsimas di Desa Tanjung Aur Seberang sangat Bermanfaat Bagi Warga

Teguh mengungkapkan peningkatan angka kemiskinan itu terjadi dikarenakan kenaikan garis kemiskinan akibat kenaikan pada kelompok pangan. Kemudian Teguh juga melaporkan tingkat pengangguran terbuka (TPT) Kabupaten Tebo tahun 2023 berada di angka 1.71 persen. Sementara dilihat dari data BPS, TPT Kabupaten Tebo 2022 berada di angka 1.38 persen. Artinya terjadi peningkatan pengangguran sebesar 0.33 persen.

BACA JUGA :  DPRD Tebo Kembali Hearing dengan Dinas Damkar Tebo

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPRD Tebo Syamsu Rizal saat diwawancarai mengatakan adanya banyak faktor yang mempengaruhi peningkatan angka itu. Itu kan bisa aja daya beli masyarakat menurun dan income perkapitanya juga menurun. Jadi kita hampir tahun ketiga dilanda covid, tentu recovey ekonomi kita belum bisa cepat,”pungkas Syamsu Rizal. (is)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *