by

Tetti Rohatiningsih Anggota DPR RI, Monev Pelaksanaan Pendidikan di Era New Normal

-Daerah, Nasional-1,671 views
Cilacap – Anggota DPR RI dari Fraksi Golkar Hj. Tetti Rohatiningsih melaksanakan monitor dan evaluasi pelaksanaan pendidikan di era New Normal. Tetti Rohatiningsih mengunjungi SMA N 1 Maos Kecamatan Maos Kabupaten Cilacap Jawa Tengah, Selasa (28/7/2020).

Kedatangan Tetti Rohatiningsih, didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap, Budi Santosa serta unsur Forkopimcam Maos.

Dikatakan Tetti, pro dan kontra di dunia pendidikan bengitu banyak yang saat ini sedang hangat-hangatnya diperbincangkan oleh masyarakat yakni pendidikan new normal.

Pendidikan merupakan salah satu yang terpenting dalam suatu negara. Setiap warga negara Indonesia berhak mendapatkan pendidikan, hal itu sudah diatur dalam Undang – U dang Dasar 1945 pasal 31 ayat 1 yang berbunyi, setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan, beber Tetti.

“Ditengah pandemi seperti ini pendidikan di Indonesia banyak mengalami perubahan akibat virus corona, ” jelas Tetti.

BACA JUGA: Pameran Lukisan Koleksi Museum & Pelukis Sulut 2020 Sukses diBuka Gubernur Olly diWakili Sualang

Bagaimanapun kondisinya dan kendala dalam pembelajaran pendidikan harus tetap berjalan, meskipun negara sedang berperang untuk menghentikan penyebaran Covid-29, pungkas Tetti.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap, Budi Santosa menjelaskan, untuk menghadapi tahun ajaran baru 2020/2021 kementrian pendidikan sudah menyiapkan aturan baru agar pendidikan di Indonesia tetap berjalan dengan lancar.

“Aturan tersebut merupakan salah satu tindak lanjut dari pernyataan Presiden Joko Widodo bahwa Indonesia akan bersiap untuk New Normal, ” kata Budi.

Lebih lanjut Budi menjelaskan, bahwa New Normal sendiri merupakan suatu sekenario atau tatanan baru yang dibuat pemerintah untuk tetap berproduktivitas dengan berdampingan dengan virus corona.

“Dengan kata lain kegiatan dapat berjalan sebelum adanya pandemi ini, dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan, ” jelas Budi.

Untuk menghadapi keadaan yang baru memang diperlukan kekuatan baik kesehatan dan mental. Keadaan New Normal ini tidak sepenuhnya disetujui oleh rakyat, terutama oleh orang tua yang tidak akan rela untuk melepaskan anaknya ke sekolah bertemu dengan orang lain. Orang tua merasa khawatir bila anaknya akan terpapar virus tersebut.

Selain dari segi orang tua guru juga harus mampu menyiapkan suatu rencana pembelajaran yang berbeda dari rencana pembelajaran sebelumnya yang membuat kesulitan pada beberapa guru, dari segi siswa sendiri akan merasa kesulitan untuk menghadapi proses pembelajaran yang berbeda dan tidak dapat bertemu dengan teman-temannya.

Oleh karena itu, era baru memang baik. Tetapi setiap rasa khawatir akan tetap menghantui ketika orang-orang beraktifitas. Ketidak setujuan masyarakat Indonesia pada keadaan era baru ini harus diperhatikan oleh pemerintah untuk berjalanya pendidikan di Indonesia, pungkas Budi. (Junaedi)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 comment

News Feed