NASIONALXPOS.CO.ID, JAKARTA – Ketua DPRD Kabupaten Bungo, M. Adani, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektor Persetujuan Substansi Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Bungo Tahun 2026–2046 yang digelar di Jakarta, Kamis (21/5/2026).
Kehadiran Ketua DPRD Bungo dalam forum strategis tersebut menjadi bukti komitmen legislatif bersama pemerintah daerah dalam merancang arah pembangunan Kabupaten Bungo selama dua dekade ke depan agar lebih terencana, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
M. Adani menegaskan bahwa RTRW memiliki peran vital sebagai pedoman pembangunan daerah. Menurutnya, dokumen tata ruang tidak hanya mengatur pemanfaatan wilayah, tetapi juga menjadi fondasi dalam menentukan masa depan Kabupaten Bungo.
“RTRW bukan hanya tentang peta dan ruang, tetapi tentang arah masa depan Kabupaten Bungo. Penataan ruang harus memberikan kepastian hukum, membuka ruang pertumbuhan ekonomi, menjaga kelestarian lingkungan, serta tetap berpihak pada kepentingan masyarakat,” ujar M. Adani.
Ia menjelaskan, penyusunan RTRW yang komprehensif dan sesuai kebutuhan daerah akan menjadi instrumen penting dalam menarik investasi, mempercepat pembangunan infrastruktur, serta menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan.
Rakor lintas sektor tersebut merupakan salah satu tahapan penting dalam proses memperoleh persetujuan substansi dari pemerintah pusat terhadap Ranperda RTRW Kabupaten Bungo Tahun 2026–2046 sebelum ditetapkan menjadi Peraturan Daerah (Perda).
Menurut M. Adani, dokumen RTRW yang disusun secara matang akan menjadi acuan utama dalam pengembangan kawasan strategis, peningkatan konektivitas wilayah, serta pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan demi mendukung daya saing daerah.
“Semoga ikhtiar ini menjadi bagian dari langkah bersama untuk mewujudkan Kabupaten Bungo yang lebih tertata, maju, dan berkelanjutan,” tutupnya.
Dengan tersusunnya RTRW yang visioner dan berorientasi jangka panjang, Kabupaten Bungo diharapkan mampu menghadapi berbagai tantangan pembangunan masa depan sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat. (Is)













