by

Aksi Damai Mahasiswa, Walikota Pangkalpinang: Kawal Sampai Selesai

-Daerah-85 views

NASIONALXPOS,CO,ID, PANGKAL PINANG – Belasan mahasiswa yang mengatasnama dari PMII Pangkalpinang, MPTD Babel, Parindra, GMBB dan MAPAZALHI melakukan aksi damai dan pernyataan sikap terkait robohnya Jembatan Air kerabut yang menelan dana sebesar Rp.25.980.529.000,- dengan nomor kontrak, 01/SP/PUPR/2020, masa pelaksana tanggal 22 April sampai 17 Desember, yang dikerjakan oleh PT Karya Mulia Nugraha dimana jembatan roboh dalam masa pembangunan.

Aksi damai mahasiswa tersebut disambut langsung oleh Walikota Pangkalpinang Maulana Aklil yang akrab dipanggil Molen serta didampingi Kapolres Pangkalpinang, di halaman kantor Walikota, Kamis (12/11/2020).

Baca juga: Peduli UMKM, Mahasiswa UMN Gelar Seminar Digitalisasi 4.0

Salah satu korlab, Burka ketua PC PMII mengatakan, dalam hal ini bisa dijelaskan secara nyata sesuai data, tidak berdasarkan omongan saja, bisa disandingkan atau dibandingkan sebagai bahan perbandingan hasil investigasi pihak kejaksaan atau pihak lain kalaupun hasil perbandingan ada berbeda artinya akan timbul pertanyaan, diharapkan hasil investigasi tidak ada perbedaan sehingga hasil investigasi sesuai dengan fakta di lapangan.

“Untuk kedepannya, kami pastikan, tetap terus mengawal, pergerakan kami sehingga apa yang kami sampai sesuai dan berjalan dengan baik. ungkapnya.

Sementara itu Walikota Pangkalpinang Maulana Aklil mengungkapkan Alhamdulillah, selama pemerintahan saya baru sekali ini mendemo saya, untuk itu saya bersyukur sangking bersyukurnya dari pagi saya menunggu, dari jadwal jam 9.00 wib untuk menanti mereka.

“sudah saya sikapi cuma menghormati mereka kita akan laksanakan itu, tapi sebenernya sudah kita sikapi, tim sudah, mereka minta membentuk tim sudah dan jangan menyalahkan buaya, ya itu bener semuanya, ujarnya.

Tambahnya, “maklum la adik-adik kita, kita penuhi keinginan mereka, malahan kita meminta untuk kawal pelaksanaan ini biar selesai.

Pokoknya kita akan laksanakan agar perkerjaan ini selesai, Tegas Molen.

Dalam aksi damai tersebut di bacakan sikap sebanyak 6 butir pernyataan salah satunya yang mengundang perhatian diantaranya, Meminta kepada para pejabat yang bertanggung jawab terhadap robohnya Jembatan Air Kerabut (Jerambah Gantung) tersebut untuk tidak menyalahkan Buaya sungai, karena Buaya sungai tidak mengerti apa-apa tentang proyek pembangunan jembatan, tetapi marilah kita meminta pertanggung jawaban kepada buaya darat, karena buaya darat lah yang bisa memakan semen, besi dan paku. (TO2)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed